Ingin Meninggalkan Maksiat? Bersedekahlah!

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Meninggalkan MaksiatSahabat, banyak orang yang bingung dan galau dikarenakan kesulitan meninggalkan maksiat. Seolah-olah berhenti melakukan maksiat sama saja seperti menghentikan roller coaster yang tengah melaju kencang di tracknya, hal yang tampak mustahil bukan?
Akan tetapi, sebenarnya hampir tidak ada hal yang mustahil di dunia ini, karena Allah Maha kuasa. Meninggalkan perbuatan maksiat yang awalnya tampak begitu berat, bagi Allah bisa dihentikan dengan seketika.
Misalnya seorang pecandu narkoba, bukankah tidak sedikit para pemakai yang kemudian bertaubat dan tak lagi mau mengonsumsi obat terlarang? Bahkan mantan pecandu ini banyak yang kemudian menjadi mentor agar orang lain tak turut terjerumus!
Demikian juga aktris film dewasa, yang awalnya terkenal suka memperlihatkan aurat di depan kamera, bukankah banyak yang kemudian berhijrah? Berbalik menjadi muslimah yang berhijab syar’i.
Bahkan seorang LGBT dan pembunuh sekalipun bisa bertaubat dan tidak lagi melakukan maksiat yang padahal awalnya telah menjadi dunia mereka.
Lihatlah masa kelam Umar bin Khatthab yang mengubur hidup-hidup anak perempuannya sendiri! Namun bukankah kemudian Umar bertaubat dan justru berbalik menjadi salah satu Sahabat Rasul yang paling disegani? Bahkan syetan pun enggan berpapasan dengannya.
Sahabat, Allah adalah pembolak-balik hati, maka tiada yang mustahil baginya untuk menjadikan calon penghuni neraka berbalik menjadi calon penghuni surga. Tak mustahil bagi Allah membuat ahli maksiat menjadi ahli ibadah.
Namun, kita harus tahu bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang berusaha mengubah nasibnya. Kita perlu memperlihatkan kesungguhan untuk berubah, terutama saat ingin meninggalkan maksiat.
Nah, salah satu cara yang bisa kita jadikan ikhtiar agar lebih mudah meninggalkan maksiat adalah dengan bersedekah.
Apa hubungan bersedekah dengan meninggalkan maksiat? Tentu saja hubungannya saling mempengaruhi, di antaranya:
1. Orang yang mau menyedekahkan hartanya, terutama dalam jumlah besar, misalnya 30% lebih dari harta yang dimilikinya, bisa dipastikan memiliki kepedulian pada orang lain karena ia masih mau menolong sesama hamba Allah.
Bukankah Allah berfirman bahwa Ia akan menolong hambaNya selama hamba tersebut masih mau menolong sesamanya?
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim, no. 2699)
Dengan bersedekah, in syaa Allah upaya pemenuhan hajat kita pun akan ditolong oleh Allah. Yakni hajat agar bisa menjadi muslim yang baik dan sukses bertaubat meninggalkan maksiat.
.
“Barangkali orang yang rambutnya semrawut dan bajunya berdebu, serta selalu ditolak jika bertamu, jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya.“ (HR. Muslim)
Berilah sedekah pada orang yang tidak memiliki cukup kemampuan, sedangkan mereka bukanlah peminta-minta. Lebih baik lagi jika orang tersebut merupakan keluarga atau kerabat sendiri.
Kemudian Anda mintalah bantuannya, titip doa padanya agar Anda bisa dijauhkan dari perbuatan maksiat dan kebiasaan buruk.
Sahabat, meninggalkan maksiat memang awalnya terasa berat. Akan tetapi yakinlah bahwa siksa kubur dan siksa neraka kelak jauh lebih dahsyat. Maka tetaplah bersabar dalam jalan taubat! Semoga dengan bersedekah, keinginan untuk menjadi muslim yang baik akan semakin kuat, dan proses untuk hijrah bisa lebih cepat. Aamiin. (SH)

Wakaf Sekarang