Ruko Untuk Umat

Menyusuri jalan-jalan utama, pastilah penuh dengan barisan ruko-ruko (rumah toko). Ruko menjadi sarana niaga yang penting sebagai upaya memposisikan para pelaku usaha terlihat oleh para konsumennya. Semakin strategis lokasi ruko, pelaku usaha tentu berharap usahanya semakin laris.

Banyak ruko dimiliki oleh pelaku usaha sendiri. Tapi, lebih banyak lagi pelaku usaha yang hanya sanggup menyewa ruko, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sehingga kemudian, kelanggengan usaha mereka sangat bergantung atas kemampuan membiayai sewa ruko tersebut.

Sayangnya, kerap terjadi kasus kesewenang-wenangan pemilik ruko dalam membebankan biaya sewa. Hal ini terjadi biasanya saat si pemilik ruko melihat bisnis penyewanya laris manis dan punya banyak konsumen. Ketika perpanjangan, pemilik meminta kenaikan biaya sewa yang cukup besar plus pembayaran sekian tahun di muka.

Permintaan tersebut tentu sangat berat pagi pelaku usaha yang modalnya terbatas. Karena tidak sanggup memenuhi, akhirnya penyewa kemudian pindah ke ruko yang lebih hemat. Bisnis yang harusnya siap berkembang, terpaksa harus kembali lagi mencari konsumen dari awal. Parahnya, tidak lama kemudian, di ruko awal muncul bisnis serupa yang dimiliki oleh si pemilik ruko.

Itulah sebagian realitas praktek usaha di kota besar. Seringkali kepentingan keuntungan yang besar mengalahkan rasa kepedulian dan kesulitan orang lain. Bagaimana kita bisa berperan untuk meminimalisasinya? Insya Allah, wakaf Anda dapat menjadi jawabannya.

Wakaf Anda dapat berperan dalam menghadirkan ruko-ruko yang dikelola dengan keberpihakan kepada pelaku UKM yang menyewanya. Biaya sewa tidak akan pernah naik semena-mena demi keuntungan besar atau maksud mengusir penyewa. Pelaku usaha bisa lebih nyaman mengingat ada kepastian kelanggengan lokasi usaha sekaligus perencanaan pengeluaran yang lebih baik.

Hadirnya ruko-ruko berbasis wakaf tentu juga memiliki kelebihan tersendiri. Ruko berbasis wakaf adalah milik umat dan hasilnya juga untuk umat. Uang sewa ruko yang dibayarkan tidak lagi sekedar biaya sewa. Tetapi, uang sewa tersebut menjadi bagian dari kontribusi sedekah mereka. Mengingat, hasil sewa yang diperoleh akan dialirkan untuk mendukung program-program sosial bagi dhuafa. Alhasil, bisnis penyewa tidak hanya lancar, tetapi juga berkah.

Bagaimana dengan Anda selaku pewakaf yang berkontribusi membangun ruko-ruko tersebut? Tentunya, sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Kebanggaan karena telah memberi dampak yang berlipat ganda. Sekaligus, kebahagiaan karena mampu mengalirkan manfaat yang terus menerus.

Dampak yang berlipat ganda dimulai sejak proses pembangunan ruko yang melibatkan sekian orang tukang bangunan serta perputaran ekonomi industri konstruksi. Saat terbangun, ruko tersebut kemudian menjadi tempat bergantung hidup sejumlah karyawan yang mencari nafkah bagi keluarganya. Usaha yang terus berkembang kemudian menjadi rintisan lebih banyak lagi karyawan yang bergabung dan terbantu nafkah keluarganya. Sebuah kebanggaan dapat berkotribusi nyata dalam perekonomian masyarakat.

Manfaat yang terus menerus tercipta seiring penghasilan sewa yang rutin diperoleh. Dengan uang sewa ini, dukungan pendanaan terhadap program-program sosial bagi dhuafa dapat mengalir. Baik pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu, kesehatan gratis bagi pasien dhuafa, ataupun menjadi modal pemberdayaan ekonomi usaha mikro. Bahagianya, dukungan ini mengalir setiap tahun secara otomatis. Yang berarti, Anda sebagai pewakaf juga otomatis memperoleh aliran kebaikan dan pahala atas aliran manfaat tersebut.

Dan semua ini tercipta berkat wakaf yang Anda tunaikan. Setiap rupiah yang Anda sedekahkan dalam bentuk wakaf, bekerja lebih keras dalam membangun dunia yang penuh keberkahan dan kebermanfaatan. Setiap rupiah yang Anda sedekahkan dalam bentuk wakaf juga memberikan dampak dan manfaat yang tidak hanya sekali habis, tetapi berlipat ganda dan terus menerus. Sekaligus, setiap rupiah ini memberikan Anda aliran keberkahan yang terus menerus tanpa batas waktu.

Inilah esensi wakaf sebagai harta terbaik Anda. Sebuah aset yang memberikan keberkahan Anda terus menerus sekaligus memberikan kemaslahatan dhuafa. Benarlah jika Rasulullah saw kemudian mengajak kita berwakaf melalui sabda Beliau:

“Saat manusia meninggal dunia, maka akan terputus segala amalnya. Kecuali atas tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya (HR Muslim)”

Dan kini, untuk membantu Anda membangun aset keberkahan demi kemaslahatan dhuafa, Tabung Wakaf Indonesia Dompet Dhuafa (TWI) menghadirkan program Ruko untuk Umat (Ruum). Dukungan wakaf Anda akan ditujukan untuk membangun ruko-ruko berbasis wakaf yang hasil sewanya akan disalurkan bagi program-program sosial untuk dhuafa. Proyek terdekat adalah pembangunan 8 unit ruko yang berlokasi di Zona Madina, Parung – Bogor. 

Untuk mendukung program Ruko untuk Umat ini, Anda dapat mensalurkan wakaf dan sedekah jariyah Anda melalui rekening (a/n Yayasan Dompet Dhuafa):

Atau, melalui kemudahan layanan Jemput Wakaf dengan menghubungi nomor 0812.8036.0688, (021) 741.8977, dan PIN BB 281C4FED.

Wakaf bukanlah soal tanah luas, kaya raya ataupun amal saat tua. Terlebih dengan wakaf tunai, tidak ada batasan minimal rupiah untuk berwakaf. Anda bisa berwakaf dengan besar nominal seperti halnya Anda rutin bersedekah.

Wakaf adalah sebuah niat, kepedulian dan harapan. Dengan berwakaf, kita berniat membangun dukungan berkelanjutan dalam membantu kaum dhuafa. Kepedulian tidak boleh terbatas oleh waktu dan harus terus ditingkatkan. Lebih jauh, kita juga sangat berharap atas aliran pahala, kebaikan dan keberkahan yang terus menerus dari Allah.

Jadi, ayo berwakaf. Mari bersedekah jariyah. Saatnya bersama membangun Ruko untuk Umat, sebuah aset keberkahan Anda untuk kemaslahatan dhuafa.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Quran, Surat Al Baqoroh : 261)