Agar Tak Bosan Beribadah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

bosan beribadah HR MuslimSahabat, jangankan beribadah yang banyak tantangannya, terkadang sekadar makan siang atau nonton tayangan TV saja kita bisa merasa bosan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh sifat alamiah manusia yang mudah jenuh.

Oleh sebab itu diperlukan tips dan trik agar kita tak mudah merasa bosan beribadah.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membunuh kebosanan beribadah, terutama ketika keimanan sedang lemah:

1. Tidak berlebihan dalam beribadah

Rasulullah menegur seseorang yang berlebih-lebihan dalam beribadah hingga mengabaikan hak tubuhnya untuk beristirahat, atau mengabaikan hak keluarganya. Beliau menyuruh umatnya untuk beribadah sesuai dengan kemampuan masing-masing agar tak mudah terjangkiti bosan:

“Kerjakanlah amal seberapa yang kamu mampu. Demi Allah, Tuhan tidak akan bosan hingga kamulah yang bosan.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thabarani)

2. Menetapkan amalan unggulan

Sahabat, kita penting sekali menentukan amalan unggulan diri sendiri, yakni amalan yang bisa kita lakukan secara kontinyu terus-menerus setiap harinya meskipun kondisi iman sedang turun.

Misalnya, Bilal bin Rabbah yang memiliki amalan unggulan senantiasa dalam kondisi berwudhu, sehingga atas amalan unggulannya ini Rasulullah dapat mendengar suara sandalnya di surga.

Amalan unggulan ini haruslah sesuatu yang khas diri kita agar dapat kita lakukan tanpa mengeluh. Misalnya, amalan unggulan seorang blogger bisa jadi dengan menulis artikel kebaikan minimal satu per hari. Amalan unggulan seorang chef misalnya memberi makan 1 orang miskin tiap hari.

Dengan memiliki amalan unggulan, in syaa Allah kita takkan terpengaruh oleh kebosanan beribadah karena sudah memiliki standarisasi harian. Sebagaimana kita takkan berhenti mandi setiap hari minimal sekali karena sudah terbiasa dan merasa butuh.

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit.” (HR Muslim)

3. Menyadari adanya fluktuasi keimanan

Iman tak selamanya tinggi dan bergairah, ada kalanya rendah dan melesu. Dengan menyadari fluktuasi iman ini, semestinya kita menuruti anjuran Rasulullah yakni senantiasa memperbaharui keimanan dengan kalimat Laa ilaaha illallah.

”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaaha illallah.”  (HR. Ibn Hibban)

Yakni terus-menerus menyadari bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dengan demikian, jika kita mampu bekerja di kantor selama 8 jam sehari, 7 hari seminggu hanya demi penghasilan sekian digit per bulan,  semestinya kita menyadari bahwa Allah berhak diibadahi dan disembah lebih kontinyu daripada loyalitas kita ke perusahaan.

Bukankah Allah tak pernah bosan memberi kenikmatan pada diri kita, maka sebosan-bosannya kita dalam beribadah tetap perlu memiliki standar minimal dengan terus memperbaharui niat tiap harinya.

Upayakan senantiasa mengikuti sunah Rasulullah sekalipun sedang lemah semangat.

Barangsiapa yang lemah semangatnya kemudian mengikuti sunnahku, maka sesungguhnya ia akan menang. Dan barangsiapa lemah semangatnya kemudian ia tidak mengikuti sunnahku, maka dia akan celaka.” (HR Ahmad)

4. Backup dengan doa

Berikut ini salag satu doa untuk mengalahkan kebosanan beribadah:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS Ali Imran : 8).

5. Istighfar minimal 100x sehari

Istighfar bisa berfungsi menghilangkan perasaan kurang baik yang melanda diri kita.

“Bahwasanya terkadang timbul perasaan yang kurang baik dalam hati dan aku membaca istighfar (mohon ampun) kepada Allah seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim)

6. Membaca quran meski sedikit

Di saat bosan beribadah, paksakan diri untuk tetap membuka dan membaca quran meski hanya satu ayat beserta terjemah dan tafsirnya. Sungguh al quran bisa menjadi penawar kebosanan yang kita rasakan.

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan sebuah Kitab (Al-Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-A’raf : 52)

Sahabat, moga tips singkat ini bermanfaat, selamat mengalahkan rasa lemah semangat dan bosan dalam beribadah! (SH)

Wakaf Sekarang