Keutamaan Merawat Ibu

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

keutamaan merawat ibuAda benarnya pernyataan bahwa seorang ibu bisa melahirkan dan merawat 10 orang anak, namun 10 orang anak belum tentu dapat merawat seorang ibu.

Bahkan jikalaupun kita sebagai anak memiliki banyak harta benda, takkan mampu membayar jasa ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita.

Sahabat, simaklah kisah singkat berikut ini, kita akan ternganga mengetahui betapa sulitnya membalas jasa seorang ibu.

Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung,

“Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.

Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu ‘Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” 

Ibnu ‘Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik nafas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” (Adabul Mufrod no. 11. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih secara sanad)

Bahkan menjadi ‘tunggangan’ ibu dan berthawaf dengannya belumlah cukup membalas jasa ibu untuk setarikan nafas yang dihelanya saat melahirkan.

Sahabat, yang perlu diperhatikan saat ini adalah banyaknya fenomena mengganti kewajiban merawat orangtua –terutama ibu– dengan nominal Rupiah. Para anak merasa cukup membayar seseorang untuk menjaga dan merawat ibu, maka bereslah kewajibannya.

Padahal tidak demikian, jikalau tahu betapa luar biasa dahsyat ganjaran yang bisa diperoleh seseorang yang merawat ibunya, tentu kita akan meninggalkan segala kesibukan dunia dan lebih menyibukkan diri untuk memperhatikan kebutuhan ibu.

Berikut ini beberapa di antara keutamaan merawat ibu:

1. Termasuk amalan paling utama yang Allah perintahkan untuk setiap manusia

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Tidak hanya dalam quran, perintah berbakti pada kedua orangtua pun –terutama ibu– disampaikan oleh Rasulullah sebagai amalan yang dicintai Allah, bahkan lebih utama dari berjihad di jalanNya.

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah‘azza wa jalla?’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’.

Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’

Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallammengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”

Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita sungguh ingin mengerjakan amalan yang dicintai Allah, hendaknya memperhatikan kebutuhan orangtua, terutama ibu.

2. Dipanjangkan umur dan ditambahkan rezeki

Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rezeki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR. Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya)

Banyak yang ingin umur panjang dan rezekinya diperluas, namun lebih menyibukkan diri menjalin relasi dengan rekan bisnis, klien, customer, daripada dengan ibundanya.

Cobalah balik strateginya, utamakan bakti pada ibu dibandingkan yang lainnya, in syaa Allah rezeki akan jauh lebih lancar dan mudah.

3. Aset ke surga

Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda: ”Merugilah ia (sampai 3 kali). Para Shahabat bertanya : ”Siapa ya Rasulullah?

Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda :“Merugilah seseorang yang hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya di saat mereka tua renta, namun ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim)

Jelas bahwa orangtua yang masih hidup hingga usia senja, bahkan memerlukan perawatan kita, merupakan aset tak ternilai untuk menggapai surga dan ridho Allah. Apa lagi yang lebih penting dari hal tersebut? Maka semoga kita menyadarinya dan segera bertaubat dari mengabaikan orangtua, khususnya ibu.

Jangan sampai kita mengeluh karena orangtua masih hidup dan ‘merepotkan’ anak di hari tuanya dengan penyakit serta tingkah polah yang menguji kesabaran.

Baliklah pikiran tersebut, bahwa ibu dan bapak masih hidup agar kita berkesempatan merawatnya di ujung hidupnya, berkesempatan meraih ridho Allah, berkesempatan menjejakkan kaki di SurgaNya.

Selamat berbahagia bagi Sahabat yang masih memiliki ibu, bapak, atau bahkan keduanya. Rawatlah mereka dalam melewati usia senjanya, semoga Allah memampukan kita. (SH)

Wakaf Sekarang