Merasa Diawasi

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

ciri orang yang beriman. merasa diawasi, iman islam ihsanSahabat, disadari atau tidak, salah satu sumber perbuatan baik adalah sikap selalu merasa diawasi.

Jika setiap orang selalu merasa diawasi ketika berada di jalan raya, ia tentunya takkan curi-curi memacu kendaraan saat lampu merah masih menyala.

Seseorang yang selalu merasa diawasi, merasa percakapannya disadap dan direkam, takkan mungkin berbicara hal-hal yang buruk, merencanakan makar, atau melakukan pembicaraan tak berguna, karena ada rasa malu dan khawatir di hatinya percakapan tersebut sampai ke telinga banyak orang.

Jika merasa diawasi, kita pun takkan nyaman makan terlalu banyak, tidur terlalu lama, menonton berlebihan, apalagi nekat berbuat maksiat.

Ini disebabkan kita merasa tidak nyaman selalu ditatap oleh mata yang bahkan tak pernah berkedip atau lengah. Bayangkanlah ada sesosok makhluk di dekat kita yang senantiasa memperhatikan segala gerak-gerik dan mencatat semua perbuatan kita, nyamankah kita melakukan hal-hal aneh saat diperlakukan seperti itu?

Itulah sebabnya salah satu ciri-ciri orang yang beriman adalah selalu merasa diawasi! Bukankah meyakini Allah dan keberadaan malaikat-malaikatNya merupakan syarat mutlak keimanan?

(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)

Perhatikanlah orang-orang yang berani melanggar aturan, berbuat keburukan maupun kecurangan, biasanya disebabkan rasa bebas melakukan apapun, mereka menganggap tak ada yang melihat apalagi mengawasi.

“Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah”. (QS. Ar Ra’du: 10-11)

Sahabat, semoga kita yang mengaku telah beriman ini senantiasa menyadari pentingnya sikap selalu merasa diawasi. Karena dari sikap ini lahirlah kehati-hatian, rasa tanggung jawab, serta keinginan untuk melakukan hal-hal baik setiap saat. Wallaahualam. (SH)

Wakaf Sekarang