Sumber Kebahagiaan Hakiki

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Sahabat, banyak orang tak tahu apa itu sumber kebahagiaan. Persangkaan kebanyakan orang selama ini sumber bahagia adalah harta, jabatan, popularitas, tempat tinggal yang besar, kendaraan yang hebat, anak-anak, rupa yang cantik atau tampan, dan segala hal yang bersifat fisik lainnya. Sebagaimana Allah berfirman:

Sumber Kebahagiaan, Sumber Kebahagiaan Hakiki“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Benarkah hal-hal bersifat fisik seperti rumah, kendaraan, kerupawanan, serta anak-anak merupakan sumber kebahagiaan? Ya, tentu saja keliru.

Kita bisa bercermin dari kisah nyata seorang raja rock and roll, Elvis Presley. Pada tahun 1957 ia membeli mansion Graceland seharga 102 ribu dollar. Rumah besar ini memiliki 23 kamar dan dikelilingi oleh tanah 13 hektar. Bukankah ini sebuah rumah yang besar dan megah?

Lalu siapa yang tak mengakui popularitas Elvis Presley? Albumnya telah terjual lebih dari 1 miliar copy di seluruh dunia. Jumlah ini melebihi musisi manapun. Ia pun membintangi 33 film, dan memiliki 18 lagu yang duduk di no. 1 chart Billboard.

Melihat popularitas, ketampanan wajah, talenta, dan begitu banyak harta yang dimiliki raja rock and roll ini, semestinya ia hidup dengan luar biasa bahagia karena betapa banyak sumber kebahagiaan yang ia miliki bukan?
Faktanya, kehidupan artis besar ini tidak seindah apa yang tampak di atas pentas, ia dinyatakan menderita karena terlalu banyak makan dan kecanduan obat resep. Selain itu, Presley pernah melakukan dua kali prosedur face-lift penuh dan rhinoplasty selama pertengahan tahun 1970-an.

Pada usia 42 tahun, di bulan Agustus 1977, ia ditemukan tergeletak di kamar mandi rumahnya di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. Otopsi setelah kematiannya mendeteksi adanya 9 jenis obat dalam darahnya dan dengan berat badan mencapai 118 kilogram, diperkirakan kematiannya disebabkan oleh serangan jantung akibat kelebihan berat badan dan gaya hidup tidak sehat.

Sahabat, masih banyak contoh nyata kehidupan ‘orang ternama’ yang tidak bahagia meskipun tampaknya memiliki segala sumber kebahagiaan. Artinya, apa yang kita sangka sebagai sumber kebahagiaan tersebut ternyata tidak tepat.

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Hud: 107-108)

Sumber bahagia sebenarnya ternyata adalah hati yang mengenal Allah dan ridho pada kehendakNya, karena sepenuh kesadaran telah mengetahui bahwa Allah-lah yang Maha Berkehendak.

Apalagi bagi seorang muslim, pengenalan terhadap Allah dan sifat-sifatNya merupakan puncak kebahagiaan yang seumur hidup dicari oleh banyak orang namun tak banyak yang bisa menemukan. Malik bin Dinar mengatakan, “Tidak ada kelezatan selezat mengingat Allah.”

Ibrahim bin Adham juga menyatakan,“Seandainya para raja dan para pangeran mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kenikmatan tentu mereka akan berusaha merebutnya dari kami dengan cara memukuli kami dengan pedang.”
Oleh sebab itu, kita baru bisa merasakan kebahagiaan sejati jika hati ini telah benar-benar mengenal Allah sehingga dapat merasakan nikmat luar biasa saat mengingatNya.

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridho kepada Allah sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya.” (HR. Muslim)

Al Hasan al-Bashri mengatakan, “Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu.”

Lalu bagaimana cara untuk bisa mencapai titik tersebut? Mengenal Allah sekaligus ridho pada ketentuanNya.
Sahabat, caranya yang utama adalah dengan mengikuti petunjuk Allah, baik yang termaktub dalam Qur’an maupun yang Allah ilhamkan dalam hati kita masing-masing.

“Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha: 123-124)

Dengan mengikuti petunjukNya, in syaa Allah kita akan sampai padaNya. Sebagaimana seseorang yang tak tahu jalan, namun ia memperhatikan papan penunjuk arah. Jika ia mengikutinya, maka ia akan sampai pada tempat yang dimaksud.

Sahabat, semoga kita senantiasa memperhatikan petunjuk Allah dan tidak mengabaikan peringatanNya, agar Ia berkenan memperkenalkan diriNya pada kita, sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan hakiki dengan mengenalNya dan kemudian ridho pada segala kehendakNya.

“Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya…” (HR. Tirmidzi)
Yaa Allah tunjukkanlah kami kunci kebahagiaan yang hakiki, agar beroleh bahagia di dunia sampai akhirat. Aamiin. (SH)

Baca Juga: Mencari Bahagia

Wakaf Sekarang