Tanda Syukur dan Sabar

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

tanda syukur alhamdulillah”Perkara orang Mukmin itu mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang Mukmin. Bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Muslim No 5318)

Sahabat, hadits di atas jelas menyebutkan indikasi keimanan seseorang adalah adanya rasa syukur dan sabar sekaligus dalam dirinya.

Sehingga belum bisa disebut mukmin, seseorang yang hanya bisa bersyukur di kala senang, namun mengeluh dan mengeluarkan sumpah serapah di kala susah!

Atau sebaliknya, bukanlah seorang yang beriman jika ia mampu bersabar di saat sulit namun kemudian berlaku sombong, pongah dan pelit di kala lapang.

Lalu, apakah yang menjadi tanda-tanda adanya sifat syukur dan sabar sekaligus dalam diri seorang mukmin? Berikut ini beberapa ayat dan hadits yang bisa menjawabnya:

1. Pandai berterimakasih pada sesama manusia

”Siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi No. 1877)

Bukankah ada orang yang untuk mengucap terima kasih saja begitu berat? Menyuruh ini-itu pada orang lain, tanpa menghargai orang itu dengan ucapan terima kasih. Dipikirnya dengan menggaji orang tersebut, sudah cukup, bahkan ia berpikir itulah bentuk terima kasih yang sesungguhnya.

Padahal tidak demikian! Orang yang bersyukur pada Allah akan terlihat dari caranya memperlakukan orang lain. Meskipun pada orang yang secara strata sosial lebih rendah sekalipun ia akan menghargai dan berterima kasih, baik dengan ucapan, hati, maupun perbuatan, itulah salah satu cirinya!

Maka, marilah introspeksi diri! Sudahkah kita pandai berterima kasih pada manusia? Dimulai dari manusia yang melahirkan, menafkahi serta membesarkan kita yakni kedua orangtua, jangan-jangan kita merasa memberi mereka uang bulanan saja sudah cukup?

Sudahkah kita pandai berterima kasih pada kedua orangtua?

2. Memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” (Q.S. Luqman: 31)

Ciri kedua orang yang memiliki sabar dan syukur sekaligus adalah kemampuan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah!

Kapal yang berlayar di lautan, pesawat yang terbang menembus awan, bahkan tanda-tanda kekuasaan Allah pada dirinya sendiri seperti detak jantung, desahan nafas, kemampuan berpikir, tak akan luput dari perhatian orang yang memiliki sifat sabar dan syukur.

Semua tanda-tanda kekuasaan Allah inilah yang menjadikan mereka bertambah yakin dan mempertebal keimanannya!

3. Mencontoh orang yang urusan Agamanya lebih bagus dari dirinya, dan melihat orang yang kehidupan dunianya lebih rendah dari dirinya!

“Ada dua sifat yang jika terdapat pada diri seorang hamba, niscaya Allah mencatat hamba tersebut sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa pada dirinya tidak terdapat dua sifat tersebut, maka Allah tidak mencatatnya sebagai hamba yang bersyukur dan tidak pula hamba yang bersabar.

Barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih tinggi darinya, lalu ia mencontoh orang tersebut, dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya sehingga ia memuji Allah atas karunia yang dengannya Allah melebihkan dia dari orang lain tersebut, niscaya niscaya Allah mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.

Dan barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih rendah darinya dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya sehingga ia sedih atas nikmat yang luput darinya, niscaya Allah tidak mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.” (HR. Tirmidzi no. 2512, dia berkata: Hadits hasan gharib)

Maasya Allah, ternyata inilah ciri utama seorang mukmin yang memiliki sifat syukur dan sabar. Yakni memandang ke atas untuk urusan akhirat, dan memandang ke bawah untuk urusan dunia!

Orang-orang yang melakukan sebaliknya biasanya justru berbahaya, yakni mereka memandang ke bawah untuk urusan akhirat, dan senantiasa mendongak ke atas untuk urusan duniawi.

“Yaah… Ratusan karyawan di kantor saya mah tidak ada yang shalat! Mana sempat mereka shalat, saya ini yang teralim di antara mereka looh!”

“Hmm, harta saya sekarang belum ada apa-apanya dibandingkan dengan miliknya J.K. Rowling, bahkan harta ratu Inggris saja berhasil dikalahkan jumlahnya oleh penulis serial Harry Potter ini!”

Terlihat sekali bahwa orang yang selalu melihat ke atas untuk urusan duniawi sudah pasti senantiasa merasa kurang! Tak heran jika Rasulullah berpesan sebagai berikut:

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian (dalam hal urusan dunia) dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian (dalam hal urusan dunia), karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.”(HR. Muslim no. 2963, Tirmidzi no. 2513 dan Ibnu Majah no. 4142)

Sahabat, milikilah 2 sifat istimewa yang menjadi ciri khas orang mukmin ini, yakni sabar dan syukur! Mudah-mudahan Allah mengumpulkan 2 sifat mulia ini dalam diri kita, sehingga segala ujian apapun yang Allah berikan, dapat kita jawab dengan baik. Aamiin. (SH)

Wakaf Sekarang