Wisuda Ke-2 SMART, Calon Leader Kreatif dan Berakhlak

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tak ada yang lebih mengharukan selain menyaksikan anak-anak dari keluarga miskin itu mengenakan toga wisuda. Seperti mimpi, hari itu Sabtu 17 Juli 2010, 30 anak terpilih angkatan ke-2 SMART Ekselensia (satu dari beberapa sayap program Lembaga Pengembangan Insani) itu berhasil menyelesaikan belajar tingkat SMU-nya.

Tak hanya itu, mereka sudah siap kuliah pula di beberapa pendidikan tinggi ternama seperti ITB, UI, dan Undip. Para orangtua anak-anak itu, yang hadir dari berbagai penjuru Nusantara menyaksikan anaknya bakal menjadi penyelamat ekonomi keluarganya (paling tidak) kelak. Kemiskinan yang nyaris menggelincirkan mereka ke jurang kekafiran. Titik airmata terlihat menyudut di beberapa kelopak mata mereka. Rasa syukur pun membuncah dari dada mereka…..

Dalam buku kenangan yang mereka susun, tak ada riwayat masing-masing wisudawan tanpa catatan prestasi. Ada Fadhil, juara Olimpiade Matematika se-Kab Bogor 2007, ada Ilyas, kampiun satu Olimpiade Akuntansi SMART Expo 2009, atau ada Bibeh (nama aslinya sih Salman Ribhatul Hoili) yang dengan jenaka mengaku prestasinya banyak. Jadi,” …gak usah ditulis,” ungkap Bibeh dalam buku kenangan angkatan II SMART Ekselensia yang dikemas cukup apik itu.

Anak-anak angkatan II 100 persen lulus. Ini membanggakan. Belum lagi prestasi akademik mereka. Yang terbaik adalah Muhammad Fadhil yang menorah prestasi UN-nya 48,95. Ia pun terpilih sebagai siswa teladan, ditambah dengan predikat siswa dengan akhlak terbaik. “ Sehari-harinya memang Fadhil itu anaknya santun baik terhadap teman-teman, tukang kebun, juga guru-guru,” ungkap Nurhayati, Humas SMART Ekselensia. Memang, orang pinter sudah bejibun. Yang diperlukan sekarang: orang pinter tapi juga ber-akhlakul mahmudah….Yang kelak selamatkan Indonesia dari jurang kehancuran akibat salah urus pemimpin keblinger hari ini. Itulah sebabnya, bagi SMART pinter saja tidak cukup, tapi juga harus berakhlak baik.

Yang unik, angkatan ke-2 ini mempunyai ciri umum: kreatif. Salah satu karya mereka yang menyiratkan kreatifitas mereka adalah Recicle Bin. Itu grup musik bermodalkan alat-alat musik dari barang bekas, seperti panci bekas, kaleng bekas, botol bekas, dan sebagainya. Jadi selain serius belajar, mereka juga mengembangkan bakat kreatif mereka. Mereka juga tampil dalam berbagai even, lokal maupun nasional.

Wisuda pada hari itu, kembali menegaskan tekad bahwa orang miskin masih bisa sekolah. Orang miskin punya kesempatan meraih mimpinya. Orang miskin masih boleh sukses. SMART Ekselensia, sebagai lembaga pendidikan yang dibiayai oleh masyarakat melalui mekanisme pengumpulan zakat, infak, sedekah dan wakaf, menyuratkan secara tegas: masih ada jalan lain menuju sukses bagi anak-anak yang orangtuanya miskin. Dengan karunia kecerdasan dari Sang Ilahi, mereka ditempa aqidah, ibadah, dan akhlaknya serta intelektualnya, agar ke depan bisa menjadi leader-leader yang siap membawa negeri ini ke era baldatun thayyibatun wa robbun ghafur. SMART Ekselensia juga menjadi jawaban sekaligus kritik membangun atas ‘kegagapan’ Pemerintah dalam menjalankan amanat UUD 1945: orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. [ajm]

________________________________________________________________

Keterangan : Gedung dan Lahan SMART Ekselensia pada awalnya dibangun dengan dana zakat infak sedekah. Secara bertahap dengan sistem terhutang, dana zis dari holdingnya DD dikembalikan oleh Tabung Wakaf Indonesia. Selain itu, untuk operasional SMART, TWI menyalurkan surplus wakafnya ke SMART dari Country Wood Junction (CWJ) , sebuah kawasan niaga di sekitar Ciputat yang dibangun TWI dari lahan wakaf dan wakaf tunai.

Semua anak bangsa yang mencintai negeri ini, berharap dan mendoakan serta siap menyokong secara financial agar sinergi yang rapi antara TWI, LPI, dan holding DD, dan masyarakat selaku donatur, akan melahirkan pemimpin yang cerdas dan berakhlak. Maka tak ada alasan bagi siapapun yang masih dikaruniai rezeki, untuk menyalurkan hartanya mendukung SMART Ekselensia. Boleh dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Yang lebih afdhal tentu dalam bentuk wakaf yang disalurkan ke TWI, karena akan menjadi amal jariah, yang pahalanya mengalir abadi.

Wakaf Sekarang