Wakaf Tunai di Indonesia: Bagaimana Risiko dan Tantangannya?

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tantangan wakaf tunai di Indonesia

 

Wakaf tunai di Indonesia sedang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, khususnya yang memiliki minat ekonomi syariah. Tentu saja Sahabat masih ingat bahwa Presiden Indonesia mendeklarasikan gerakan wakaf uang untuk pembangunan sosial. Peluncuran tersebut menimbulkan reaksi kaget karena investasi syariah seperti wakaf punya potensi yang sangat besar.

Bak tambang emas, wakaf merupakan aset yang bersifat produktif, sehingga memang harus dijaga agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Produk wakaf uang menjadi hal yang baru dan belum semua orang paham, tetapi ini bisa menjadi terobosan yang akan menjadi sebuah gerakan di mana umat Islam akan memiliki sumber dana yang dapat membantu perekonomian masyarakat.

Literasi wakaf memang menjadi PR besar untuk umat Islam. Maka dari itu, tiada hari tanpa belajar supaya kita semua melek investasi dunia dan akhirat. Menurut Bambang Suherman selaku Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Dompet Dhuafa, terdapat tiga tantangan besar pengelolaan wakaf tunai di Indonesia. Yuk, kita kulik satu per satu!

1. Tantangan Literasi Wakaf Tunai di Indonesia

Literasi wakaf tunai di Indonesia jadi PR besar untuk dicicil - Tabungwakaf.com

Bambang Suherman menjelaskan bahwa bias informasi yang ditangkap oleh masyarakat hari ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya literasi wakaf di Indonesia. Polemik ini harus dimanfaatkan untuk mendorong informasi tentang wakaf, seluas-luasnya sampai ke masyarakat.

Ketika presiden meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang, masyarakat terpecah menjadi dua, ada yang menganggap wakaf uang sebagai gerakan politik antara negara dengan umat Islam. Meskipun demikian, opini akan menjadi lebih bijak apabila Sahabat melihat potensi lain dari wakaf.

“Tetapi, secara keseluruhan, sebagian besar dari dinamika tersebut saya duga hadir untuk mendukung opini saja tanpa menjalani lebih jauh. Kita harus melihat dinamika sebagai produktif bahwa polemik yang muncul hari ini menciptakan atmosfir wakaf yang lebih semarak untuk mendorong informasi wakaf tunai seluas-luasnya,”

 

Baca Juga: Pengertian Wakaf Uang untuk Investasi dan Pembangunan 

 

2. Kapasitas Nadzir untuk Kelola Wakaf Tunai di Indonesia

Nadzir sebagai pengelola dana abadi wakaf mesti banyak baca berita bisnis - Tabung Wakaf

Saat ini, pemerintah perlu memberikan informasi yang lebih terbuka tentang siapa saja yang ditunjuk menjadi nadzir wakaf tunai atas seruan wakaf tunai yang ada. Masyarakat perlu tahu kapasitas nadzir yang kompeten agar mereka percaya bahwa dana abadi wakaf memang berkembang dengan baik untuk pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bambang Suherman menegaskan bahwa jangankan informasi nadzirnya, tentang wakaf saja masih terbatas. Masyarakat perlu tahu bahwa pengelola aset wakaf adalah para nadzir dan mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset. Pemerintah perlu menegaskan bagaimana pengawalan atas ruang wakaf tunai sekaligus pengawalan atas kapasitas nadzir di Indonesia.

3. Governance Pengelolaan Aset Wakaf

Dana abadi wakaf berbasis kepercayaan masyarakat - Tabung Wakaf

Para pengelola wakaf saat ini perlu lebih banyak membuka laporan pengelolaan aset wakaf ke publik untuk mampu mengukur kualitas tata kelola para nadzir yang dilakukan terhadap aset wakaf. Pengelolaan dana wakaf berbasiskan kepercayaan, sehingga informasi mengenai aliran dana wakaf hingga bangunan terawat perlu masyarakat ketahui.

Dengan demikian, pengelolaan wakaf menjadi lebih profesional dan kompeten hingga masyarakat percaya bahwa aset wakaf yang dititipkan kepada nadzir dapat berkembang menjadi aset produktif.

 

Baca Juga: Inilah 5 Keutamaan Hebat Wakaf di Bulan Ramadhan 

 

Risiko Wakaf Uang dan Mitigasinya

Mitigasi Risiko Wakaf Tunai di Indonesia - Tabung Wakaf

 

Ahmad Juwaini selaku Direktur Keuangan Sosial Syariah dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah mengatakan bahwa ekosistem pengembangan wakaf di Indonesia mempunyai 4 kegiatan yaitu peningkatan literasi dan edukasi, perbaikan tata kelola nadzir, optimalisasi pengelolaan, dan digitalisasi.

Dalam rangka memperbaiki tata kelola nadzir, maka ia memaparkan ada tiga perbaikan yang harus dilakukan yaitu perbaikan regulasi, sistem pengamanan dan penjaminan aset wakaf, linkage serta sinergi dengan industri ekonomi dan keuangan syariah lainnya.

Nadzir sebagai manajer keuangan harus lihai dalam melihat peluang pembangunan dan tidak menempatkan dana abadi wakaf di satu keranjang saja. Layaknya bentuk investasi lainnya, istilah ini juga berlaku pada dana wakaf:

Dont Put All Your Eggs in One Basket 

Dengan demikian, dana wakaf tersedia bukan hanya saat membangunnya, tetapi juga perawatan dan pengawasan  sehingga aset wakaf dapat digunakan secara terus menerus. Itulah tantangan besar hingga mitigasi wakaf tunai di Indonesia. Tantangan akan menjadi angin belaka tanpa aksi dari para Sahabat untuk mendukung program wakaf.

 

Kegiatan Besar Wakaf Dompet Dhuafa

Wakaf Masjid Al-Majid, Portofolio Dompet Dhuafa dari Wakaf Tunai - Tabung Wakaf

Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat dan wakaf berupa meningkatkan literasi dan fundraising wakaf agar terjadi proses antara muakkif dengan nadzir, lalu mengajak publik untuk memperbesar unit wakaf tersebut. Misalnya, nadzir butuh biaya untuk optimalisasi aset wakaf yang telah berjalan selama 2 tahun, maka Dompet Dhuafa membuka ruang untuk ikut bersama-sama terlibat dalam bentuk investasi murni atau investasi dalam bentuk wakaf tunai.

Dompet Dhuafa juga mengelola beragam bentuk aset wakaf. Hal tersebut dibuktikan dari portofolio dengan sistem kontrol yang rapih karena Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk mengelola wakaf secara akuntabel.  Beberapa aset wakaf potensial dan dibangun dengan hati yaitu Masjid Al-Majid Bukit Kemuning, Pesantren Tahfidz Green Lipo, Khadija Learning Center, RS Hasyim Ashari Jombang, dan Pusat Belajar Mengaji Cahaya Negeri.

Sahabat, sepertinya kamu sosok yang peduli dengan perkembangan wakaf tunai di Indonesia. Diskusi hangat di bawah ini akan mengisi hati dan kepala dengan pengetahuan baru. Kalau sudah nonton, lengkapi pengetahuan dengan praktik kebaikan wakaf 10 ribu melalui tautan di sini! 

 

 

 

 

 

Wakaf Sekarang